Penipuan olshop dari Batam: Sudah jatuh tertimpa tangga

Katakanlah di suatu grup facebook atau instagram ada seller yang menawarkan handphone dari Batam. Dengan reputasi kota yang tidak ada pajak maka harganya pun sangat miring, selisihnya bisa jutaan untuk hp yang mahal.


Sebagai buyer yang bijak kita tentu tanya – tanya dulu bagaimana kondisinya, metode pembayarannya dan dikirim pakai apa. Wajar kan?

Tapi biasanya akan mencurigakan apabila si seller malah berani memberikan jaminan cukup bayar DP sekian ratus ribu atau juta kalau barangnya mahal, dan nanti sisanya dilunasi saat barang diterima.

Sungguh tidak ada resikonya kan? Nah… disinilah letak jebakannya, karena nantinya walaupun kita diberikan nomor resi itu tidak bisa dicek. Alasannya kadang ini nomor resi sementara atau ekspedisinya telat update.

Belum selesai, nanti biasanya buyer akan dihubungi pihak yang mengatasnamakan ekspedisi (JNE, TIKI, dan seterusnya) bahwa ini perlu bayar pajak supaya bisa keluar dari Batam. Atau kita perlu bayar asuransinya untuk menjamin kalau ini kiriman aman.

Kalau ciri – yang saya ceritakan cocok, maka berhentilah kontak dengan orangnya. Sudah kena tipu anda. 🙁 Segera laporkan ke bank yang dipakai transfer dan polisi juga, semoga bisa diusut dan dikembalikan uang anda. Kecil sih kemungkinannya.

Sangat disarankan agar transaksi online itu kalau bisa COD atau ketemuan langsung, kalau tidak bisa atau diluar kota maka ajaklah pakai rekber seperti BukaLapak atau Tokopedia biar dana anda aman.

Disini saya bukan mengatakan bahwa semua seller dari Batam bermasalah, rata – rata penipu yang pakai modus ini malah tidak berada di Batam atau punya toko. Mereka cuma mendompleng nama kotanya saja.


Tinggalkan Balasan