Mengenal Asuransi Kecelakaan Diri

Anda pasti tidak menginginkan sesuatu terjadi pada diri anda dan orang-orang terdekat yang anda sayangi. Segala pengamanan dan proteksi akan anda lakukan agar orang-orang yang anda sayangi akan selalu aman dari bahaya apapun.


Di dalam keseharian kita diperlukan sebuah proteksi dari segala resiko kecelakaan yang terjadi baik kecelakaan di jalan raya, di rumah, di kantor, dan lain lain. Dimana saja dan kapan saja bahaya bisa saja medatangi kita tanpa kita sadari. Maka dari itu asuransi kecelakaan diri wajib ada dalam daftar perincian keuangan anda.

Succo / CC0 Public Domain
Succo / CC0 Public Domain

Ada berbagai macam dan bentuk asuransi kecelakaan diri, salah satunya adalah Asuransi Kecelakaan Diri ASPRI. ASPRI adalah Asuransi Kecelakaan Diri Pribadi yang menjamin setiap kecelakaan yang terjadi dimana saja dan kapan saja. Dalam hal ini yang dimaksud kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak terduga, datangnya dari luar, dengan kekerasan, baik yang bersifat phisik maupun kimiawi, yang seketika mengakibatkan luka, cacat atau meninggal dunia, yang sifatnya ditentukan oleh dokter bukan merupakan suatu penyakit.

Ruang Lingkup Pertanggungan Asuransi

Untuk ruang lingkup pertanggungan asuransi kecelakaan diri adalah selama 24 jam dimana saja peserta berada dalam batas wilayah Republik Indonesia, yang apabila terjadi musibah kecelakaan terjamin oleh pihak Asuransi dan bukan disebabkan karena sakit atau penyakit bawaan yang mengakibatkan luka, cacat tetap atau meninggal dunia.

Bagaimana cara untuk menjadi peserta Asuransi kecelakaan diri ?

Untuk menjadi peserta asuransi kecelakaan pribadi tidaklah rumit, hanya memerlukan data pribadi calon peserta asuransi berupa fotokopi ktp. Setelah persyaratan terpenuhi, pihak asuransi akan segera membuatkan bukti pembayaran premi. Peserta akan memperoleh bukti pembayaran kwitansi beserta kartu member peserta asuransi kecelakaan pribadi. Peserta asuransi dijamin bisa dijamin 100% jika data yang tercantum pada kartu sesuai dengan data yang diberikan oleh peserta asuransi. Kartu tersebut akan berlaku selama masa waktu yang telah ditentukan dan apabila terjadi kecelakaan bisa digunakan sebagai bukti keikutsertaan asuransi kecelakaan diri.

Bagaimana jika terjadi klaim ?

Apabila peserta member asuransi mengalami kecelakaan, segeralah lapor kepada pihak asuransi untuk kepengurusan santunan. Besar santunan tergantung dari jenis kartu dan premi yang dibayarkan sewaktu mendaftar menjadi peserta asuransi kecelakaan diri.

Mintalah form pengisian laporan kecelakaan kepada pihak asuransi. Setelah mendapatkan form tersebut, isilah sesuai dengan ketentuan-ketentuan pengisian dan jangan lupa untuk membubuhkan tanda tangan dokter dan stempel rumah sakit tempat anda dirawat.

Untuk kelengkapan berkas selanjutkan diperlukan kwitansi pembayaran rumah sakit asli, fotokopi ktp dan kartu member asuransi. Jangan lupa untuk menyertakan form tadi yang sudah diisi oleh pihak rumah sakit dan instansi yang berwenang. Apabila berkas telah lengkap, maka pihak asuransi akan segera membayarkan biaya santunan sesuai dengan jumlah yang tercantum pada kwitansi pembayaran rumah sakit. Perlu diingat besar santunan sesuai dengan jenis kartu dan premi yang dibayarkan saat mendaftar.

Bagaimana kalau seandainya jumah pembayaran rumah sakit melebihi batas maksimal pertanggungan yang ditentukan?

Besar santunan klaim akan dibayarkan sesuai dengan batas maksimal pertanggungan sesuai dengan yang tercantum pada kartu member asuransi dan biaya selebihnya akan menjadi tanggungan peserta.

Bagaimana jika peserta asuransi kecelakaan mengalami cacat tetap ?

Cacat tetap yang dimaksud adalah apabila korban mengalami kehilangan fungsi sebagian atau seluruh dari anggota badan yang disebabkan oleh kecelakaan yang dialami sehingga mengakibatkan tidak dapat dipergunakan sama sekali dan tidak dapat pulih/sembuh untuk selama-lamanya. Besar santunan akan dibayarkan sesuai dengan prosentase seberapa besar kehilangan fungsi anggota tubuh tersebut.

Peserta akan mendapatkan santunan biaya perawatan dahulu sebelum mendapatkan biaya santunan cacat tetap dikarenakan sebelum mengalami cacat tetap permanen, peserta bisa dipastikan telah mengalami kecelakaan dan membutuhkan perawatan rumah sakit/medis.

Dalam hal-hal berikut selalu dianggap terdapat keadaan cacat tetap dan untuk itu akan dibayarkan prosentase dari jumlah yang ditanggung.

Bagaimana jika peserta asuransi kecelakaan meninggal dunia ?

Jika peserta asuransi mengalami kecelakaan meninggal dunia segeralah melapor kepada pihak asuransi untuk kepengurusan santunan. Mintalah form pengisian laporan kecelakaan untuk diisi pihak keluarga korban.

Untuk kelengkapan berkas lainnya diperlukan diantaranya surat kematian asli dari perangkat desa setempat, kartu keluarga (KK), identitas korban dan ahli waris serta kartu member asuransi milik korban. Data-data tersebut diperlukan apabila korban kecelakaan meninggal di tempat , dalam artian belum sampai ditangani oleh pihak rumah sakit sehingga pihak rumah sakit akan melakukan visum atau otopsi guna kelengkapan berkas lainnya.

Akan tetapi apabila korban kecelakaan masih meninggal saat perawatan maka biaya perawatan akan dikenakan kepada pihak asuransi sesuai dengan batas besar santunan yang telah ditetapkan.

Kecelakaan – kecelakaan yang tidak termasuk pada pertanggungan.

Jika tertanggung:

  1. Bertindak sebagai pengemudi kendaraan bermotor tanpa memiliki SIM (Surat izin mengemudi) yang sah.
  2. Turut serta dalam lalu lintas udara, kecuali jika tertanggung menjadi penumpang sah dalam pesawat terbang bermotor yang telah diperlengkapi untuk pengangkutan penumpang, waktu pesawat tersebut dipakai untuk pengangkutan oleh perusahaa penerbangan yang mempunyai ijin dari perusahaan penerbangan Negara.
  3. Turut serta dalam kegiatan olahraga berbahaya seperti tinju, gulat, karate, silat, judo, jujitsu, rugby, ski air, diving, caving, arung jeram, terjun payung, mendaki gunung (diatas 2.500 m), memburu binatang buas/besar, berlayar soerang diri, berlatih atau turut serta dalam perlombaan kecakapan atau ketangkasan dengan kuda, sepeda, kendaraan bermotor.
  4. Melakukan atau turut serta dalam tidak kejahatan, maka penanggung tidak wajib membayar santunan/ganti rugi mengenai kecelakaan yang timbul dari hal-hal tersebut kecula telah melakukan perjanjian mou antara kedua belah pihak.
  5. Peserta mengikuti latihan atau menjalankan tugas militer kecuali jika telah melakukan perjanjian antara kedua belah pihak.
  6. Kecelakaan yang disebabkan oleh perang, atau keadaan yang dapat disamakan dengan hal tersebut karena digunakannya senjata atau alat peperangan lainnya, perang saudara, pemberontakan, huru hara, tindakan sabotase atau terorisme, ditahannya tertanggung dalam tawanan atau tempat pengasingan karena deportasi.
  7. Kecelakaan-kecelakaan akibat dari atau reaksi inti atom.
  8. Kecelakaan yang disebabkan atau patut diduga karena tertanggung mengalami suatu penyakit, cacat badan.
  9. Bertambah besarnya akibat kecelakaan karena penyakit tertanggung seperti penyakit gula, peredaran darah yang kurang baik, pembuluh darah mekar, butanya satu mata jika yang lain tertimpa kecelakaan.

Pihak asuransi tidak wajib menanggung biaya santunan untuk :


  1. Ongkos atau biaya yang dibuat untuk mencegah atau mengurangi kerugian
  2. Nota pembayaran, dan bisa dibayarkan apabila pihak tertanggung mengganti dengan kwitansi pembayaran dengan persetujuan dari dokter/medis.

Tinggalkan Balasan