Mengenal Asuransi Kebakaran

Tempat tinggal merupakan tempat perlindungan bagi kita dan orang-orang tersayang dari terik panas matahari, hujan serta bahaya lainnya. Selain bahan sandang dan pangan, rumah atau tempat tinggal adalah kebutuhan primer kita. Maka dari itu rumah harus ada perlindungan dari bahaya apapun yang dapat merusaknya. Salah satunya adalah asuransi kebakaran.


Asuransi kebakaran adalah suatu asuransi atau pertanggungan yang memberikan jaminan atas kerugian dan/atau kerusakan pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan yang ditimbulkan atau disebabkan oleh adanya Kebakaran yang dijamin dalam polis.

Ernie / CC0 Public Domain
Ernie / CC0 Public Domain

Isi dari rumah seperti perabotan dan perlengkapan rumah tangga juga wajib untuk diasuransikan karena kita tidak tahu akan bahaya yang setiap saat bisa saja terjadi dan dapat menimpa diri kita serta orang-orang tersayang bahkan untuk aset yang kita miliki.

Apa saja resiko yang dijamin oleh asuransi ?

Asuransi Kebakaran menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungjawabkan yang secara langsung disebabkan oleh :

  1. KEBAKARAN, yang terjadi karena kekurang hati-hatian atau kesalahan, pelayan atau karyawan tertanggurg, tetangga, perampok atau sejenisnya, ataupun karena sebab kebakaran lain sepanjang tidak dikecualikan dalam polis, termasuk akibat dari:
    1. menjalarnya api yang timbul sendiri (self combustion), hubungan arus pendek (short circuit), atau karena sifat barang itu sendiri (inherent vice)
    2. Kebakaran yang terjadi karena kebakaran benda lain yang berdekatan, yaitu kerusakan atau berkurangnya harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan karena air dan atau alat-alat lain yang dipergunakan untuk menahan atau memadamkan kebakaran, demikian juga kerugian yang di sebabkan oleh dimusnahkannya seluruh atau sebagian harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan atas perintah yang berwenang dalam upaya pencegahan menjalarnya kebakaran itu.
  2. PETIR, kerusakan yang secara langsung disebabkan oleh petir. Khusus untuk mesin-mesin, peralatan listrik atau elektronik dan instalasi listrik dijamin oleh polis ini apabila petir tersebut menimbulkan kebakaran pada benda-benda dimaksud.
  3. LEDAKAN, pengertian ledakan dalam polis ini adalah setiap pelepasan tenaga secara tiba-tiba yang disebabkan oleh mengembangnya gas atau uap. Meledaknya suatu bejana (ketel uap. pipa dan sebagainya) dapat dianggap ledakan jika dinding bejana itu robek terbuka sedemikian rupa sehingga terjadi keseimbangan tekanan secara tiba-tiba di dalam maupun di luar bejana. Jika ledakan itu terjadi di dalam bejana sebagai akibat reaksi kimia setiap kerugian pada bejana tersebut dapat diberikan ganti kerugian sekalipun dinding bejana tidak robek terbuka.Kerugian yang di sebabkan oleh rendahnya tekanan di dalam bejana tidak dijamin oleh polis. Kerugian pada mesin pembakar yang diakibatkan oleh ledakan di dalam ruang pembakaran atau pada bagian tombol sakelar listrik akibat timbulnya tekanan gas, tidak dijamin. Dengan syarat apabila terhadap risiko ledakan ditutup juga pertanggungan dengan polis jenis lain yang khusus untuk itu, penanggungan hanya menanggung kerugian akibat peledakan sepanjang hal tersebut tidak ditanggung oleh polis jenis lain itu.
  4. KEJATUHAN PESAWAT TERBANG, yaitu benturan fisik antara pesawat terbang atau segala sesuatu yang jatuh dari pesawat terbang dengan harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan atau dengan bangunan yang berisikan harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan.
  5. ASAP, yaitu asap yang timbul dari kebakaran harta benda yang di pertanggungkan pada polis ini.

Apa saja resiko yang dikecualikan dalam asuransi kebakaran ?

  • Asuransi tidak menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh atau akibat dari :
    1. Pencurian dan atau kehilangan pada saat dan setelah terjadinya perisitiwa yang dijamin asuransi.
    2. Kesengajaan tertanggung, wakil tertanggung atau pihak lain atas perintah tertanggung,
    3. Kesengajaan pihak lain dengan sepengetahuan tertanggung, kecuali dapat dibuktikan bahwa hal tersebut terjadi di luar kendali tertanggung,
    4. Kesalahan atau kelalaian yang disengaja oleh tertanggung atau wakil tertanggung,
    5. Kebakaran hutan, semak, alang-alang atau gambut,
    6. Segala macam bahan peledak
    7. Reaksi nuklir termasuk tetapi tidak terbatas pada raidasi nuklir, ionisasi, fusi, fisi, atau pencemaran radio aktif, tanpa memandang apakah itu terjadi di dalam atau di luar bangunan dimana disimpan harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan,
    8. Gempa bumi, letusan gunung berapi atau tsunami,
    9. Segala macam bentuk gangguan usaha.
  • Asuransi ini tidak menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda atau kepentingan yang dipertanggungkan yang secara langsung disebabkan oleh, timbul dari, atau akibat dari resiko-resiko dan atau biaya berikut, kecuali jika secara tegas dijamin dengan perluasan jaminan khusus untuk itu.
    1. Kerusuhan, pemogokan, penghalangan kerja, perbuatan jahat, huru-hara, pembangkitan rakyat, pengambil alihan kekuasaan, revolusi, pemberontakan, kekuatan militer, invasi, perang saudara, perang dan permusuhan, maker, terorisme, sabotase atau penjarahan. Dalam suatu tuntutan, gugatan atau perkara lainnya, dimana Penanggung menyatakan bahwa suatu kerugian secara langsung atau tidak langsung disebabkan oleh satu atau lebih resiko-resiko yang dikecualikan diatas, maka merupakan kewajiban Tertanggung untuk membuktikan sebaliknya,
    2. Tertabrak kendaraan, asap industry, tanah longsor, banjir, genangan air, angin topan, atau badai,
    3. Biaya pembersihan puing-puing.

Harta benda dan kepentingan apa saja yang dikecualikan dalam pertanggungan asuransi kebakaran ?

Secara umum asuransi ini tidak menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda yang merupakan penyebab dan :

  1. Menjalarnya api atau panas yang timbul sendiri atau karena sifat barang itu sendiri,
  2. Hubungan arus pendek yang terjadi pada suatu unit peralatan listrik atau elektronik, kecuali yang digunakan untuk keperluan rumah tangga baik menimbulkan kebakaran ataupun tidak.Kecuali jika secara tegas dijamin dengan perluasan jaminan khusus untuk itu.
  3. Barang-barang pihak lain yang disimpan dan atau dititipkan atas percaya atau atas dasar komisi.
  4. Kendaraan bermotor, kendaraan alat-alat berat, lokomotif, pesawat terbang, kapal laut dan sejenisnya.
  5. Logam mulia, perhiasan, batu permata atau batu mulia.
  6. Barang antik atau barang seni.
  7. Segala macam naskah rencana, gambar atau desain, pola, model atau tuangan dan cetakan.
  8. Efek-efek obligasi, saham atau segala macam surat berharga dan dokumen, perangko, materai, pita cukai, uang kertas dan uang logam, cek, buku-buku usaha dan catatan-catatan sistem komputer.
  9. Perangkat lunak computer, kartu magnetis, chip.
  10. Pondasi, bangunan di bawah tanah, pagar.
  11. Pohon kayu tanaman, hewan atau binatang.
  12. Taman, tanah (termasuk lapisan atas, urugan, drainase, atau gorong-gorong,), saluran air, jalan, landas pacu, jalur rel, bendungan, waduk, kanal, pengeboran minyak, sumur, pipa dalam tanah, kabel dalam tanah, terowongan, jembatan, galangan, tempat berlabuh, dermaga, harta benda pertambangan di bawah tanah, harta benda di lepas pantai.

Kecuali jika secara tegas dinyatakan sebagai harta benda dan atau kepentingan yang dipertanggungkan dalam ikhtisar Pertanggungan.

Sesuai peraturan perundang-undangan tentang asuransi graha menyebutkan :

    • Menurut ketentuan Pasal 294 KUHD:

      Penanggung dibebaskan dari kewajiban untuk membayar kerugian, apabila dia membuktikan bahwa kebakaran itu disebabkan oleh kesalahan atau ke tertanggung sendiri yang sangat melampaui batas.

    • Menurut ketentuan Pasal 276 KUHD:

      Tidak ada kerugian yang disebabkan oleh kesalahan tertanggung sendiri menjadi beban penanggung. Bahkan penanggung tetap memiliki atau menuntut pembayaran premi apabila dia telah mulai menjalani bahaya.

    • Pasal 295 KUHD:

      Pada asuransi atas barang-barang bergerak dan barang dagangan yang disimpan dalam sebuah rumah, gudang atau tempat penyimpanan lain, jika alat-alat pembuktian yang disebut dalam Pasal 273, Pasal 274, dan Pasal 275 tidak ada atau kurang mencukupi, maka hakim dapat memerintahkan agar tertanggung mengangkat sumpah.

    • Pasal 289 berbunyi:
      1. Asuransi kebakaran dapat diadakan untuk harga nilai penuh dari barang yang dijamin.
      2. Apabila diadakan perjanjian membangun kembali, maka harus dijanjikan pula, bahwa biaya yang diperlukan untuk membangun kembali itu, harus diganti oleh asuransi.
      3. Dalam hal ada perjanjian seperti ini jumlah uang yang dijamin tidak boleh melebihi dari biaya membangun kembali itu.

Apa saja yang mempengaruhi besar kisaran perhitungan rate premi asuransi kebakaran ?

Besar kisaran premi asuransi banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantara :

    1. Lokasi
    2. Jenis bangunan
    3. Penggunaan tempat
    4. Jenis barang atau harta benda
    5. Komposisi bahan harta benda dan bangunan tersebut
    6. Harga pembelian barang & bangunan serta bahan.

    Bagaimana untuk menjadi peserta asuransi kebakaran ?

    Ada beberapa persyaratan agar tertanggung bisa menjadi peserta asuransi kebakaran diantaranya membuat check list daftar harga beli serta daftar harta benda yang akan diasuransikan, fotokopi akta rumah, fotokopi ktp serta pengisian form pengajuan asuransi kebakaran.

    Setelah berkas kelengkapan persyaratan pengajuan dilengkapi, maka pihak survey akan segera datang untuk mendata dan melakukan cek list daftar barang yang ada di pengajuan tadi. Apabila sudah sesuai, pihak survey akan segera melapor kepada pimpinan untuk segera minta persetujuan diterbitkannya polis asuransi. Apabila polis telah terbit, maka asuransi akan berlaku sesuai dengan ketentuan kurun waktu dan perjanjian yang tertera dalam polis serta ikhtisarnya.

    Bagaimana apabila terjadi klaim ?

    agaimana apabila terjadi klaim ? Maka hal pertama yang tertanggung lakukan adalah segeralah melapor kepada pihak asuransi agar pihak asuransi segera melakukan survey klaim ketempat tertanggung dan mendata cek list daftar harta benda yang mengalami kerusakan.

    Setelah cek list selesai, pihak survey akan segera melaporkan kepada pimpinan untuk segera melaporkan ke bagian pusat agar bisa segera dilaksanakan untuk pencairan klaimnya. Pihak tertanggung berkewajiban untuk membangun kembali bangunan yang mengalami kerusakan tadi, dan untuk ini tertanggung akan menerima santunan klaim sejumlah uang tunai dari asuransi.
    Uang tunai tersebut harus betul-betul dipergunakan untuk membangun kembali, dan pihak asuransi berwewenang untuk mengawasi proses pembangunan tersebut. Dalam hal ini dapat ditentukan tenggang waktu tertentu pembangunan kembali itu harus selesai. Hakim dapat turut menetapkan tenggang waktu ini kalau ada perselisihan.

    Apabila perlu, yaitu apabila dikhawatirkan, bahwa tertanggung tidak akan membayar kewajibannya untuk membangun kembali dalam waktu yang telah ditentukan, hakim atas tuntutan dari pihak asuransi dapat menuntut tertanggung untuk mengadakan jaminan.

    Jaminan ini dapat berupa uang tunai yang oleh tertanggung harus dibayarkan kepada suatu Bank dan tentunya ditujukan untuk kalau perlu, digunakan sebagi ganti kerugian kepada pihak asuransi, apabila tidak dilakukan pembangunan kembali dan oleh karenanya pihak asuransi menderita kerugian.


    Tinggalkan Balasan