Hati-hati pengguna WhatsApp bisa di penjara sekarang!!!

Semakin maraknya berita hoax dan penyebaran isu yang tidak jelas, menyebabkan pemerintah berfikir bagaimana cara menjerat orang-orang yang tidak bertanggung jawab ini. Apalagi dari hari kehari semakin banyak sekali informasi yang menyesatkan, penghinaan terhadap orang atau kelompok tertentu.


Mengutip dari kompas.com, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa “Admin atau anggota grup WhatsApp bisa dipenjara jika terbukti melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) setelah melalui proses hukum. Hal ini diungkapkan pada saat berbicara dalam acara Government Public Relation (GPR) Forum, di Surabaya, Rabu (24/5/2017).

Salah satu contoh pelanggaran UU ITE yang dimaksud adalah soal pencemaran nama baik. Menurut Rudiantara, jika dalam grup WhatsApp atau media sosial dan platform pesan instan lainnya, ada anggota yang merasa nama baiknya dicemarkan lalu melaporkan pada penegak hukum, maka laporannya bisa diproses.

Selain pencemaraan nama baik perbuatan lain yang juga bisa dipermasalahkan, seperti penyebaran dokumen yang melanggar kesusilaan, dokumen elektronik bermuatan perjudian, pemerasan, dan ancaman. Intinya hal yang disampaikan bisa merugikan sesorang atau kelompok.

Tidak hanya di WhatsApp saja, di social mediaapapun juga bisa di penjara jika terbukti melanggar. Jadi berhati-hatilah dalam menyampaikan informasi atau pemikiran. Pakailah hati, nalar, dan logika sebelum bertindak.

Hal ini juga di tweet oleh @bakohumas, dan bagi yang ingin mengetahui lebih lengkap UU ITE bisa membaca disini.


Tinggalkan Balasan