Hal-hal yang menyebabkan baterai laptop rusak

Baterai pada laptop merupakan komponen yang sangat penting. Ketika akan membeli laptop hal yang paling sering ditanyakan banyak orang adalah “berapa lama baterai bisa bertahan?“. Terutama bagi yang sering bepergian tentu saja daya tahan dan keawetan baterai sangat diutamakan. Namun karena barang elektronik ketahanan dan keawetan baterai pun tidak bisa diprediksi secara pasti. Nah dibawah ini ada beberapa hal yang bisa menyebabkan “umur” baterai berkurang.


Clker-Free-Vector-Images / CC0 Public Domain

1. Tegangan listrik.

Banyak yang berpikir jika memakai laptop sambil nge-charge menyebabkan baterai cepat rusak. Sebenarnya yang menyebabkan rusak adalah tegangan listrik yang masuk tidak stabil merupakan pelaku utamanya. Memakai sambil posisi nge-charge sangatlah aman (penulis juga melakukannya), namun apabila tegangan listrik yang masuk tidak stabil lama – kelamaan hardware akan rusak salah satunya baterai.

Bagaimana cara mengetahui tegangan listrik stabil atau tidak? inilah yang sulit karena instalasi listrik tiap rumah atau bangunan berbeda – beda. Biasanya pemakai laptop di tempat umum seperti cafe, kampus atau kos yang paling sering bermasalah pada baterai. Cuaca juga sangat mempengaruhi tegangan listrik, terutama ketika hujan deras diikuti petir menyambar.

2. Sering cabut pasang adaptor.

Kebiasaan ini hampir sering dilakukan banyak orang. Baterai full adaptor dilepas mau habis ditancapkan lagi. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan baterai cepat drop. Karena itu pada laptop modern rata-rata baterai sudah tidak bisa di charge hingga 100%. 90% keatas menjadi batas maksimum full charge, hal ini sangat baik untuk kesehatan dan memperpanjang umur baterai. Jadi jika memang memakai laptop dalam jangka lama, sangat disarankan memakai sambil posisi nge-charge.

3. Suhu laptop dan ruangan.

Tingginya suhu laptop dan ruangan juga sangat mempengaruhi kesehatan baterai dan hardware laptop. Memang jika laptop dipakai secara terus menurus maka akan panas, namun panas yang dimaksud diluar batas wajar. Jika panas laptop hampir sama persis dengan panas setrika (sangat panas sampai tidak bisa dipegang) maka segera matikan laptop. Karena jika dipaksakan bekerja maka resiko baterai rusak, bahkan laptop mati total sangat tinggi. Segera bawa laptop ke service center terdekat untuk dicek lebih lanjut.

Suhu ruangan juga diperhatikan jangan sampai terlalu panas, karena hal ini juga mempengaruhi kesehatan baterai. Semisal memakai laptop di lapangan terbuka dan matahari sangat terik sekali, kondisi seperti ini sangat tidak dianjurkan.

4. Baterai memang rusak.

Namanya juga barang elektronik, maka ada kemungkinan baterai yang terbawa bermasalah. Baterai bermasalah biasanya berumur tidak lama, tidak sampai satu tahun pasti banyak error yang timbul. Seperti tidak bisa di charge, cepat drop, baterai tidak terditeksi, dll. Jika memang masih tercover garansi segera di claim saja, karena harga baterai meskipun bukan yang original cukup mahal.

Itulah beberapa hal yang mempengaruhi “umur” baterai. Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk merawat baterai, pakailah laptop secara wajar, tidak berlebihan, dan jika bisa hindari tiga hall di atas.


Tinggalkan Balasan