Ternyata gigi manusia pernah diperjualbelikan

Ada hal menarik yang saya perhatikan pada novel Les Miserables karangan Victor Hugo, setting ceritanya pada sekitar tahun 1812-1832. Disaat Fantine membutuhkan uang untuk menghidupi anak perempuannya ia menjual 2 buah giginya (salah satu dari beberapa yang dia jual, tapi silahkan baca sendiri kalau penasaran). Dalam pikiran saya mau dibuat apa gigi tersebut dan apakah hal ini wajar dilakukan pada masa tersebut.


Ternyata di jaman dulu, gigi manusia merupakan komoditas yang bisa dijualbelikan. Untuk apa? Sebenarnya tidak sulit, yaitu untuk digunakan sebagai gigi palsu. Gigi manusia memiliki jumlah permintaan yang jauh lebih besar daripada suplainya, ini dikarenakan gigi manusia ditemukan sebagai bahan terbaik menggantikan… gigi manusia lainnya.

Giuliamar / CC0 Public Domain
Giuliamar / CC0 Public Domain

Sebenarnya bahan lain juga tersedia untuk digunakan sebagai gigi palsu atau menambal gigi yang berlubang seperti tulang, kayu, logam, gading sampai gigi binatang. Permasalahan dengan gading dan tulang mereka bereaksi dengan air liur, membusuk dan memiliki bau yang tidak sedap. Porselen menjadi bahan alternatif terbaru, walau tidak bisa busuk tapi memiliki warna putih yang tidak alami. Yang menarik lagi proses pencabutan gigi bisa dilakukan oleh dokter gigi, tukang cukur sampai pandai besi.

Perang merupakan supplier terbesar gigi manusia, dan dengan korban yang banyak berjatuhan pada Battle of Waterloo di Amerika, diperkirakan terdapat 50.000 lebih mayat tentara yang dicabut giginya oleh oportunis dan dijual kembali. Sampai ada istilah Waterloo Teeth untuk ini.

Salah satu dokter gigi asal London bernama Claudius Ash saking membenci mengolah gigi mayat sehingga menyempurnakan teknik gigi porselennya dan mulai memproduksinya secara massal. Walau bisnis gigi manusia masih berlanjut dan meningkat karena adanya Perang Crimea di tahun 1850 dan pada tahun 1865 sumbernya beralih karena perang sipil Amerika.


Tinggalkan Balasan