Apakah binatang pada lokasi berbeda memiliki perbedaan bahasa?

Kita semua sudah tahu kalau binatang memiliki bahasa sendiri untuk berkomunikasi dengan sejenisnya. Bagaimana kalau binatang dengan jenis yang sama tapi tinggal di negara yang berbeda? Tidak usah jauh – jauh deh, bagaimana kalau beda gunung saja? Apakah ada perbedaan dalam bahasa yang digunakan?


Jawabannya adalah: Ya!

Hewan satu jenis tapi tinggal di tempat yang berbeda akan memiliki dialek sendiri dalam komunikasinya, jadi tidak semua suara hewan yang anda dengarkan sama artinya di tempat yang berbeda. Hal ini akan lebih menonjol pada makhluk hidup sosial, dan berikut beberapa contoh perbedaan bahasa binatang.

Maialisa / CC0 Public Domain
Maialisa / CC0 Public Domain

Paus

Paus yang hidup pada lautan berbeda bila dipindahkan akan belajar cara panggil dan suara yang berlainan dengan kawanan paus di laut barunya, karena asosiasi suara yang digunakan sudah berbeda artinya.

Gagak

Burung Gagak juga memiliki logat daerahnya masing – masing. Gagak bisa dikatakan burung yang sangat pintar, bahkan dikatakan mendekati manusia.

Anjing

Suara (gonggongan) anjing dengan spesies, ukuran, dan jenis kelamin yang sama akan memiliki aksen yang berbeda tergantung tempat asal mereka.

Kucing

Kucing sendiri juga memiliki suara meong yang berbeda. Juga kucing tidak mengeong kepada sesamanya, hanya kepada manusia. Ada teori bahwa kucing menirukan suara bayi manusia untuk menarik perhatian manusia. Dan tahukah anda bahwa anda sebagai pemiliknya dianggap kucing besar yang tidak berguna?

Monyet

Bahkan ada kawanan monyet yang tinggal pada gunung yang bersebelahan tetapi selalu berperang satu sama lain karena bahasa yang mereka gunakan sangat berbeda. Karena mereka tidak paham satu sama lain ini yang menyebabkan perselisihan, padahal mereka adalah spesies monyet yang sama.

Sapi

Bahkan suara sapi sendiri juga memiliki dialek regional sendiri – sendiri.

Ini hanyalah sebagian kecil cerita mengenai perbedaan bahasa dari binatang yang sama yang saya temukan beserta sumbernya. Jadi sekali lagi memang benar hewan yang tinggal di lokasi geografis berbeda memiliki bahasa yang berlainan juga, minimal adalah logatnya. Lucu juga kalau dibayangkan bahwa adanya logat daerah pada hewan.


Tinggalkan Balasan