Apa itu Asuransi Machine Hull?

Asuransi Marine Hull (Rangka Kapal) adalah jaminan asuransi yang memberikan perlindungan jaminan komprehensif terhadap kapal, mesin dan perlengkapannya dari bahaya laut dan resiko pelayaran (navigational perils).


Ruang lingkup jaminan Asuransi Marine Hull

Ruang lingkup yang dijamin oleh asuransi marine hull berubah-ubah tergantung dari klausula atau perjanjian yang digunakan.

susannp4 / CC0 Public Domain
susannp4 / CC0 Public Domain

Berikut ini adalah daftar dan gambaran resiko-resiko apa saja yang dijamin dalam asuransi marine hull secara umum, antara lain :

  1. Resiko dari bahaya laut seperti cuaca buruk, tenggelam, tabrakan, dan lain-lain (perils of the sea),
  2. Resiko dari bahaya kebakaran dan ledakan,
  3. Resiko dari bahaya pencurian dan kekerasan,
  4. Resiko dari bahaya pembuangan cargo atau muatan ke laut,
  5. Resiko adanya kejahatan perompakan,
  6. Resiko dari bahaya tabrakan dengan pesawat udara,
  7. Resiko dari bencana seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, sambaran petir dan sejenisnya,
  8. Resiko dari kelalaian nahkoda atau crew,
  9. Resiko dari pemberontakan atau pengambilalihan paksa oleh nahkoda dan crew,
  10. Tanggung jawab hukum akibat tabrakan kapal (collision liability),
  11. Kontribusi general average andee salvage,

Resiko-resiko yang dijamin sesuai dengan yang disebutkan diatas dapat dikecualikan di dalam polis, tergantung dari klausula yang digunakan.

Lalu resiko apa saja yang tidak dijamin dalam asuransi marine hull ?

Resiko yang tidak dijamin dalam asuransi marine hull adalah sebagai berikut :

  1. Drilling rigs,Kapal berkonstruksi kayu, PLM/KLM,
  2. Speedboat, wooden fishing vessel,
  3. Kapal berbedera Panama, Honduras, Liberia,
  4. Kapal baja atau besi yang usianya diatas 20 tahun dan GRT diatas 100
  5. Liner’s Negligence,
  6. Protection dan Indeminty Risk (P dan I),
  7. Policy period more than 18 months.

Besar rate premi

Besar rate premi dalam asuransi marine hull tidak ditetapkan. Tergantung dari beberapa faktor diantaranya :

  1. Jenis kapal, usia dan tonase (GRT),
  2. Trading area atau navigasi,
  3. Klasifikasi kapal,
  4. Luas jaminan dan limit of liability,
  5. Manajemen dan kepemilikan kapal, dan
  6. Pengalaman asuransi dan klaim (loss record).

Selain hal yang sudah disebutkan diatas, juga mempertimbangkan sebagai berikut : Pemberlakuan yang berbeda terhadap segmen retail dan corporate, Segmen corporate lebih mempertimbangkan faktor-faktor hukum bilangan besar, loss ratio, biaya perusahaan, profit, margin dengan menganut prinsip “How to negotiate?” Sedangkan untuk  kapasitas maksimum pertanggungan dalam asuransi marine hull ini adalah IDR 20.000.000.000,-.


Tinggalkan Balasan